DESKRIPSI LAYANAN | Nama Kelompok Riset/Fungsi Kegiatan : Dinamika Lingkungan Antariksa Deskripsi Kegiatan Kelompok Riset/Fungsi Kegiatan : Kelompok Riset Dinamika Lingkungan Antariksa (DILAN) merupakan wadah kolaboratif yang berfokus pada studi interaksi antara Matahari,…
- Pusat Riset Antariksa
- KST Cisitu (Samaun Samadikun)
Nama Kelompok Riset/Fungsi Kegiatan : Dinamika Lingkungan Antariksa
Deskripsi Kegiatan Kelompok Riset/Fungsi Kegiatan : Kelompok Riset Dinamika Lingkungan Antariksa (DILAN) merupakan wadah kolaboratif yang berfokus pada studi interaksi antara Matahari, magnetosfer Bumi, ionosfer, dan atmosfer atas, serta dampaknya terhadap teknologi dan kehidupan manusia. Riset ini mencakup pemantauan, pemodelan, dan prediksi fenomena cuaca antariksa (space weather) untuk mendukung ketahanan infrastruktur berbasis ruang angkasa, komunikasi, navigasi, serta eksplorasi antariksa berkelanjutan.
Tipe Magang : Magang Riset Tugas Akhir
TOPIK 1
Topik Kegiatan/Riset : Studi Komprehensif Dampak Badai Matahari terhadap Infrasound, Geomagnet, dan Ionosfer | Mario Batubara, M.Si., Ph.D. (batubaramario@gmail.com)
Ruang Lingkup Topik Kegiatan/Riset :
1. Dampak Badai Matahari terhadap Infrasound
- Pemantauan variasi infrasound akibat gangguan badai Matahari.
- Analisis hubungan antara gangguan partikel energetik Matahari (CME, flare) dengan perubahan propagasi infrasound di atmosfer.
- Studi pengaruh perubahan suhu dan densitas atmosfer (akibat pemanasan dari badai Matahari) terhadap karakteristik infrasound.
- Aplikasi dalam deteksi dini gangguan atmosfer yang terkait dengan aktivitas Matahari ekstrem.
2. Dampak Badai Matahari terhadap Medan Geomagnet (Geomagnetosphere)
- Pemantauan gangguan geomagnetik (G1-G5 dalam skala NOAA) akibat interaksi angin Matahari dengan magnetosfer.
- Analisis indeks geomagnetik (Kp, Dst, AE) selama badai Matahari.
- Investigasi geomagnetic induced currents (GIC) yang memengaruhi infrastruktur listrik dan komunikasi.
- Pemodelan rekoneksi magnetik dan dampaknya terhadap struktur medan magnet Bumi.
3. Dampak Badai Matahari terhadap Ionosfer
- Studi variasi kerapatan elektron ionosfer (TEC - Total Electron Content) akibat badai Matahari.
- Pengamatan gangguan komunikasi radio (HF & satelit) dan sistem navigasi (GPS/GNSS) karena fluktuasi ionosfer.
- Analisis scintilasi ionosfer dan pembentukan lapisan F2 yang tidak stabil.
- Pemodelan disturbansi ionosfer menggunakan data satelit (seperti SWARM, COSMIC) dan observasi ground-based (ionosonde, radar).
4. Integrasi dan Pemodelan Sistem
- Pengembangan model numerik untuk memprediksi dampak badai Matahari secara holistik.
- Korelasi data dari multi-instrument (magnetometer, infrasound sensor, ionosonde, satelit) untuk pemahaman yang lebih komprehensif.
- Simulasi skenario badai Matahari ekstrem dan dampaknya terhadap infrastruktur teknologi.
Program Studi/Jurusan Pendidikan :
1. Bidang Fisika & Geofisika
- Fisika (Fisika Teoretis/Eksperimen) → Memahami dasar-dasar elektromagnetisme, fisika plasma, dan dinamika partikel.
- Geofisika → Studi medan magnet Bumi (geomagnet), seismologi (infrasound), dan fisika ionosfer.
- Fisika Bumi & Antariksa → Khusus mempelajari interaksi Matahari-Bumi dan cuaca antariksa (space weather).
2. Bidang Astronomi & Astrofisika
- Astronomi → Memahami aktivitas Matahari (CME, flare, angin Matahari).
- Astrofisika → Pemodelan fisika plasma dan dinamika partikel energetik.
3. Bidang Teknik & Rekayasa
- Teknik Elektro (Telekomunikasi, Elektromagnetik) → Analisis gangguan sinyal radio, GPS, dan efek geomagnetik pada infrastruktur.
- Teknik Dirgantara/Aeronautika → Dampak badai Matahari pada atmosfer dan navigasi.
- Teknik Geomatika/Geodesi → Pemrosesan data satelit dan penginderaan jauh untuk ionosfer.
4. Bidang Ilmu Atmosfer & Lingkungan
- Meteorologi & Klimatologi → Dampak badai Matahari pada lapisan atmosfer.
- Ilmu Kelautan & Atmosfer → Studi propagasi infrasound di atmosfer.
5. Bidang Ilmu Komputer & Data Science
- Ilmu Komputer (Komputasi Sains) → Pemodelan numerik, simulasi cuaca antariksa, dan machine learning untuk prediksi.
- Data Science → Pengolahan big data dari satelit, sensor geomagnet, dan ionosonde.
6. Bidang Instrumentasi & Teknologi Pengamatan
- Teknik Fisika (Instrumentasi) → Pengembangan sensor infrasound, magnetometer, dan peralatan observasi.
- Remote Sensing/Penginderaan Jauh → Analisis data satelit untuk ionosfer dan geomagnet.
Kuota Pembimbing S1/D4 : 2 peserta
Kuota Pembimbing S2 : 2 peserta
Lokasi Magang BRIN : KST Cisitu (Samaun Samadikun)
TOPIK 2
Topik Kegiatan/Riset : Integrasi Data Geomagnet, Ionosfer dan Infrasound untuk.Sistem Peringatan Dini Cuaca Antariksa. | Mario Batubara, M.Si., Ph.D. (batubaramario@gmail.com)
Ruang Lingkup Topik Kegiatan/Riset :
1. Pemodelan Korelasi Multidisiplin
- Korelasi Temporal-Spasial Gangguan Geomagnet, Fluktuasi Ionosfer, dan Anomali Infrasound Selama Badai Matahari
- Menganalisis hubungan antara indeks geomagnetik (Dst, Kp), Total Electron Content (TEC), dan pola propagasi infrasound untuk identifikasi pola peringatan dini.
- Integrasi Machine Learning untuk Prediksi Dampak Cuaca Antariksa Berbasis Data Multisensor
- Menggunakan AI (LSTM, Neural Networks) untuk memprediksi gangguan geomagnet-ionosfer dari data historis badai Matahari.
2. Pengembangan Sistem Monitoring Real-Time
- Rancang Bangun Jaringan Sensor Terpadu: Magnetometer, Ionosonde, dan Infrasound Array untuk Deteksi Cepat Gangguan Cuaca Antariksa
- Mengintegrasikan data magnetometer (INTERMAGNET), ionosonde, dan infrasound (IMS/CTBTO; BRIN) dalam sistem pemantauan real-time.
- Optimasi Algoritma Fusi Data untuk Peringatan Dini Geomagnetic Storm dan Ionospheric Scintillation
- Menggabungkan data satelit (SWARM, GOES) dengan observasi darat untuk meningkatkan akurasi prediksi.
3. Dampak pada Sistem Teknologi & Mitigasi
- Dampak Badai Matahari terhadap Sistem Navigasi GNSS: Analisis Gangguan Ionosfer dan Solusi Mitigasi Berbasis Infrasound
- Meneliti kaitan antara scintillasi ionosfer, error posisi GPS, dan deteksi infrasound sebagai indikator gangguan.
- Deteksi Dini Geomagnetically Induced Currents (GIC) pada Jaringan Listrik Menggunakan Hybrid Geomagnet-Infrasound Monitoring
- Memanfaatkan sinyal infrasound sebagai pelengkap data geomagnet untuk memperingatkan risiko GIC.
4. Studi Kasus & Validasi Model
- Analisis Peristiwa Badai Matahari Ekstrem (Contoh: Event Carrington 1859/ Halloween Storm 2003) dalam Konteks Sistem Peringatan Dini Modern
- Simulasi dampak badai Matahari ekstrem pada infrastruktur kritikal hari ini.
- Validasi Model Prediktif Cuaca Antariksa Menggunakan Data Observasi Multi-Instrument
- Membandingkan hasil model SWMF (Space Weather Modeling Framework) dengan data riil geomagnet, ionosfer, dan infrasound.
5. Aplikasi Khusus untuk Indonesia
- Pemetaan Kerentanan Ionosfer Indonesia terhadap Badai Matahari: Integrasi Data Pengamatatn Global Networks
- Fokus pada wilayah khatulistiwa yang unik dalam respons ionosfer terhadap badai Matahari.
- Pengembangan Prototype Sistem Peringatan Dini Cuaca Antariksa untuk Penerbangan dan Maritim di Indonesia
- Memanfaatkan data geomagnet-ionosfer untuk mitigasi gangguan komunikasi HF dan GNSS.
Program Studi/Jurusan Pendidikan :
1. Fisika & Geofisika Fisika (Konsentrasi Fisika Bumi/Antariksa) Memahami dasar elektromagnetisme, fisika plasma, dan dinamika partikel energetik dari Matahari. Geofisika Analisis data geomagnet, seismik/infrasound, dan pemodelan gangguan ionosfer. Fisika Teknik (Instrumentasi Geofisika) Pengembangan sensor magnetometer, infrasound, dan perangkat observasi ionosfer.
2. Astronomi & Astrofisika Astronomi Studi aktivitas Matahari (CME, flare), angin Matahari, dan dampaknya pada Bumi. Astrofisika Pemodelan fisika plasma dan interaksi Matahari-magnetosfer.
3. Teknik & Rekayasa Teknik Elektro (Telekomunikasi, Elektromagnetik) Analisis gangguan sinyal radio/GNSS akibat ionosfer dan mitigasi berbasis data geomagnet. Teknik Dirgantara/Aeronautika Dampak cuaca antariksa pada navigasi pesawat dan satelit. Teknik Geomatika/Geodesi Pemrosesan data satelit (TEC, scintilasi ionosfer) untuk sistem peringatan dini.
4. Ilmu Atmosfer & Lingkungan Meteorologi/Klimatologi Studi propagasi infrasound di atmosfer dan kaitannya dengan gangguan geomagnet. Ilmu Kelautan & Atmosfer Pemodelan dinamika atmosfer atas (termosfer-ionosfer).
5. Ilmu Komputer & Data Science Ilmu Komputer (Kecerdasan Buatan/Komputasi Sains) Pengembangan algoritma machine learning (LSTM, neural networks) untuk prediksi cuaca antariksa. Data Science Integrasi big data dari satelit (SWARM, GOES), sensor darat, dan observatorium.
6. Remote Sensing & Instrumentasi Teknik Fisika (Instrumentasi) Kalibrasi sensor infrasound, magnetometer, dan ionosonde. Penginderaan Jauh (Remote Sensing) Analisis data satelit cuaca antariksa (NASA/NOAA/ESA).
Kuota Pembimbing S1/D4 : 2 peserta
Kuota Pembimbing S2 : 2 peserta
Lokasi Magang BRIN : KST Cisitu (Samaun Samadikun)
Syarat Pengajuan:
- File Data Foto
- File Data Transkrip
- File Proposal
- Daftar Riwayat Hidup
- Surat Pengantar
- Surat Pernyataan
- File Dukung Lainnya








![MBKM - Riset Ekotoksikologi [Adsorpsi APIs] - KST Cibinong](https://elsatur.brin.go.id/public/uploads/layanan_file/8979/gambar_layanan_16626.jpg)
![MBKM - Riset Ekotoksikologi [Adsorpsi APIs] - KST Cibinong](https://elsatur.brin.go.id/public/uploads/layanan_file/8979/gambar_layanan_16627.jpg)







