Gratis
DESKRIPSI LAYANAN | Nama Kelompok Riset/Fungsi Kegiatan : Sistem Cerdas Kebencanaan Geologi Deskripsi Kegiatan Kelompok Riset/Fungsi Kegiatan : Kelompok Riset Sistem Cerdas Kebencanaan Geologi merupakan kelompok penelitian yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan,…
- Pusat Riset Kebencanaan Geologi
- KST Cisitu (Samaun Samadikun)
Nama Kelompok Riset/Fungsi Kegiatan : Sistem Cerdas Kebencanaan Geologi
Deskripsi Kegiatan Kelompok Riset/Fungsi Kegiatan :
Kelompok Riset Sistem Cerdas Kebencanaan Geologi merupakan kelompok penelitian yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk mendukung pengurangan risiko bencana geologi melalui penerapan sistem cerdas, analisis data, pemodelan, serta teknologi digital. Kelompok riset ini mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, seperti geologi, geoteknik, hidrogeologi, penginderaan jauh, sistem informasi geografis (SIG), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan data science untuk meningkatkan efektivitas mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Kegiatan penelitian mencakup identifikasi, pemantauan, dan pemodelan berbagai jenis bencana geologi, seperti tanah longsor, likuefaksi, gempa bumi, gerakan tanah, erupsi gunung api, dan amblesan tanah. Selain itu, kelompok riset mengembangkan sistem peringatan dini berbasis sensor, metode prediksi berbasis machine learning, pemetaan kerentanan dan risiko bencana, serta platform pengambilan keputusan berbasis data untuk mendukung pemerintah dan pemangku kepentingan dalam pengelolaan kebencanaan. Dalam pelaksanaannya, kelompok riset juga melakukan kegiatan survei lapangan, investigasi geologi dan geoteknik, pengembangan basis data kebencanaan, analisis spasial, simulasi numerik, serta validasi model menggunakan data observasi dan hasil pengujian laboratorium. Hasil penelitian disebarluaskan melalui publikasi ilmiah, rekomendasi kebijakan, pengembangan prototipe teknologi, pelatihan, dan pendampingan teknis kepada pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui pendekatan sistem cerdas dan kolaborasi multidisiplin, Kelompok Riset Sistem Cerdas Kebencanaan Geologi berkomitmen untuk menghasilkan solusi inovatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan, meningkatkan ketangguhan masyarakat, serta memperkuat sistem mitigasi dan pengurangan risiko bencana geologi di Indonesia maupun tingkat global.
Tipe Magang : Magang Riset Tugas Akhir
Topik Kegiatan/Riset :
Kelompok Riset Sistem Cerdas Kebencanaan Geologi berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk memahami, memprediksi, memantau, serta mengurangi risiko bencana geologi melalui pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan geosains, rekayasa, kecerdasan buatan, dan teknologi digital.
1. Karakterisasi dan Pemodelan Bencana Geologi
Identifikasi faktor pengontrol dan pemicu bencana geologi.
Analisis mekanisme longsor, likuefaksi, amblesan tanah, gempa bumi, dan aktivitas vulkanik.
Pemodelan proses geologi dan geoteknik yang memengaruhi terjadinya bencana.
Analisis perubahan lingkungan dan dampaknya terhadap risiko bencana.
2. Sistem Cerdas dan Kecerdasan Buatan untuk Kebencanaan
Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning untuk prediksi bencana.
Deep Learning untuk pengenalan pola dan deteksi anomali.
Data mining dan big data analytics untuk analisis kebencanaan.
Decision Support System (DSS) berbasis kecerdasan buatan.
Explainable AI (XAI) untuk interpretasi hasil prediksi kebencanaan.
3. Monitoring dan Sistem Peringatan Dini
Pengembangan sistem monitoring real-time bencana geologi.
Sistem peringatan dini longsor, likuefaksi, dan gerakan tanah.
Integrasi sensor geoteknik, hidrogeologi, meteorologi, dan seismik.
Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kondisi lapangan.
Digital twin dan smart monitoring system.
4. Geoteknik dan Kebencanaan Geologi
Karakterisasi sifat fisik dan mekanik tanah serta batuan.
Stabilitas lereng dan analisis risiko longsor.
Dinamika tanah akibat gempa bumi.
Investigasi dan mitigasi potensi likuefaksi.
Rekayasa geoteknik untuk pengurangan risiko bencana.
5. Hidrogeologi dan Interaksi Air Tanah
Peran muka air tanah dalam kestabilan lereng.
Pemodelan aliran air tanah pada daerah rawan bencana.
Interaksi hidrogeologi dan proses gerakan tanah.
Sistem monitoring hidrogeologi untuk mitigasi bencana.
Analisis pengaruh curah hujan terhadap perubahan kondisi bawah permukaan.
6. Geofisika dan Investigasi Bawah Permukaan
Metode geolistrik untuk identifikasi zona lemah.
Seismic survey untuk karakterisasi kondisi bawah permukaan.
Ground Penetrating Radar (GPR) dan metode geofisika lainnya.
Integrasi data geofisika dan AI untuk deteksi dini bencana.
Pemodelan kondisi geologi bawah permukaan.
7. Penginderaan Jauh dan Geospasial
Pemanfaatan citra satelit untuk pemantauan bencana.
UAV/Drone untuk pemetaan wilayah terdampak.
LiDAR untuk analisis morfologi dan kerentanan longsor.
Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan bahaya, kerentanan, dan risiko.
Analisis spasial dan temporal kejadian bencana.
8. Manajemen Risiko dan Ketangguhan Bencana
Penilaian bahaya, kerentanan, dan risiko bencana geologi.
Pengembangan indeks risiko bencana.
Kajian ketangguhan infrastruktur dan masyarakat.
Perencanaan mitigasi berbasis risiko.
Pengembangan kebijakan dan rekomendasi teknis kebencanaan.
9. Infrastruktur dan Rekayasa Mitigasi
Desain dan evaluasi infrastruktur tahan bencana.
Teknologi stabilisasi lereng dan pengendalian longsor.
Rekayasa drainase untuk mitigasi gerakan tanah.
Kajian ketahanan infrastruktur terhadap gempa dan likuefaksi.
Nature-based solutions untuk pengurangan risiko bencana.
10. Sistem Informasi dan Transformasi Digital Kebencanaan
Platform informasi kebencanaan berbasis web dan mobile.
Geodatabase dan manajemen data kebencanaan.
Cloud computing untuk analisis data kebencanaan.
Smart disaster management system.
Integrasi data multi-sumber untuk pengambilan keputusan.
11. Kebijakan, Edukasi, dan Komunikasi Risiko
Penyusunan rekomendasi kebijakan kebencanaan geologi.
Komunikasi risiko berbasis data dan teknologi digital.
Pengembangan media edukasi kebencanaan.
Literasi kebencanaan untuk masyarakat dan pemerintah daerah.
Penerapan konsep masyarakat tangguh bencana.
Program Studi/Jurusan Pendidikan dan Kuota :
S1 / D4 Teknik Sipil (Konsentrasi Geoteknik), Teknik Elektro, Teknik Informatika [2 Orang]
Lokasi Magang BRIN :
KST Cisitu (Samaun Samadikun)
Syarat Pengajuan:
Deskripsi Kegiatan Kelompok Riset/Fungsi Kegiatan :
Kelompok Riset Sistem Cerdas Kebencanaan Geologi merupakan kelompok penelitian yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk mendukung pengurangan risiko bencana geologi melalui penerapan sistem cerdas, analisis data, pemodelan, serta teknologi digital. Kelompok riset ini mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, seperti geologi, geoteknik, hidrogeologi, penginderaan jauh, sistem informasi geografis (SIG), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan data science untuk meningkatkan efektivitas mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Kegiatan penelitian mencakup identifikasi, pemantauan, dan pemodelan berbagai jenis bencana geologi, seperti tanah longsor, likuefaksi, gempa bumi, gerakan tanah, erupsi gunung api, dan amblesan tanah. Selain itu, kelompok riset mengembangkan sistem peringatan dini berbasis sensor, metode prediksi berbasis machine learning, pemetaan kerentanan dan risiko bencana, serta platform pengambilan keputusan berbasis data untuk mendukung pemerintah dan pemangku kepentingan dalam pengelolaan kebencanaan. Dalam pelaksanaannya, kelompok riset juga melakukan kegiatan survei lapangan, investigasi geologi dan geoteknik, pengembangan basis data kebencanaan, analisis spasial, simulasi numerik, serta validasi model menggunakan data observasi dan hasil pengujian laboratorium. Hasil penelitian disebarluaskan melalui publikasi ilmiah, rekomendasi kebijakan, pengembangan prototipe teknologi, pelatihan, dan pendampingan teknis kepada pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui pendekatan sistem cerdas dan kolaborasi multidisiplin, Kelompok Riset Sistem Cerdas Kebencanaan Geologi berkomitmen untuk menghasilkan solusi inovatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan, meningkatkan ketangguhan masyarakat, serta memperkuat sistem mitigasi dan pengurangan risiko bencana geologi di Indonesia maupun tingkat global.
Tipe Magang : Magang Riset Tugas Akhir
Topik Kegiatan/Riset :
- Pengembangan Sistem Cerdas Terintegrasi untuk Prediksi, Monitoring, dan Mitigasi Bencana Geologi Berbasis Artificial Intelligence, IoT, dan Geospasial di Indonesia. [Wa Ode Sumartini, S.T., M.T., Ph.D/ waode_sumartini@yahoo.co.id]
Kelompok Riset Sistem Cerdas Kebencanaan Geologi berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk memahami, memprediksi, memantau, serta mengurangi risiko bencana geologi melalui pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan geosains, rekayasa, kecerdasan buatan, dan teknologi digital.
1. Karakterisasi dan Pemodelan Bencana Geologi
Identifikasi faktor pengontrol dan pemicu bencana geologi.
Analisis mekanisme longsor, likuefaksi, amblesan tanah, gempa bumi, dan aktivitas vulkanik.
Pemodelan proses geologi dan geoteknik yang memengaruhi terjadinya bencana.
Analisis perubahan lingkungan dan dampaknya terhadap risiko bencana.
2. Sistem Cerdas dan Kecerdasan Buatan untuk Kebencanaan
Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning untuk prediksi bencana.
Deep Learning untuk pengenalan pola dan deteksi anomali.
Data mining dan big data analytics untuk analisis kebencanaan.
Decision Support System (DSS) berbasis kecerdasan buatan.
Explainable AI (XAI) untuk interpretasi hasil prediksi kebencanaan.
3. Monitoring dan Sistem Peringatan Dini
Pengembangan sistem monitoring real-time bencana geologi.
Sistem peringatan dini longsor, likuefaksi, dan gerakan tanah.
Integrasi sensor geoteknik, hidrogeologi, meteorologi, dan seismik.
Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kondisi lapangan.
Digital twin dan smart monitoring system.
4. Geoteknik dan Kebencanaan Geologi
Karakterisasi sifat fisik dan mekanik tanah serta batuan.
Stabilitas lereng dan analisis risiko longsor.
Dinamika tanah akibat gempa bumi.
Investigasi dan mitigasi potensi likuefaksi.
Rekayasa geoteknik untuk pengurangan risiko bencana.
5. Hidrogeologi dan Interaksi Air Tanah
Peran muka air tanah dalam kestabilan lereng.
Pemodelan aliran air tanah pada daerah rawan bencana.
Interaksi hidrogeologi dan proses gerakan tanah.
Sistem monitoring hidrogeologi untuk mitigasi bencana.
Analisis pengaruh curah hujan terhadap perubahan kondisi bawah permukaan.
6. Geofisika dan Investigasi Bawah Permukaan
Metode geolistrik untuk identifikasi zona lemah.
Seismic survey untuk karakterisasi kondisi bawah permukaan.
Ground Penetrating Radar (GPR) dan metode geofisika lainnya.
Integrasi data geofisika dan AI untuk deteksi dini bencana.
Pemodelan kondisi geologi bawah permukaan.
7. Penginderaan Jauh dan Geospasial
Pemanfaatan citra satelit untuk pemantauan bencana.
UAV/Drone untuk pemetaan wilayah terdampak.
LiDAR untuk analisis morfologi dan kerentanan longsor.
Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan bahaya, kerentanan, dan risiko.
Analisis spasial dan temporal kejadian bencana.
8. Manajemen Risiko dan Ketangguhan Bencana
Penilaian bahaya, kerentanan, dan risiko bencana geologi.
Pengembangan indeks risiko bencana.
Kajian ketangguhan infrastruktur dan masyarakat.
Perencanaan mitigasi berbasis risiko.
Pengembangan kebijakan dan rekomendasi teknis kebencanaan.
9. Infrastruktur dan Rekayasa Mitigasi
Desain dan evaluasi infrastruktur tahan bencana.
Teknologi stabilisasi lereng dan pengendalian longsor.
Rekayasa drainase untuk mitigasi gerakan tanah.
Kajian ketahanan infrastruktur terhadap gempa dan likuefaksi.
Nature-based solutions untuk pengurangan risiko bencana.
10. Sistem Informasi dan Transformasi Digital Kebencanaan
Platform informasi kebencanaan berbasis web dan mobile.
Geodatabase dan manajemen data kebencanaan.
Cloud computing untuk analisis data kebencanaan.
Smart disaster management system.
Integrasi data multi-sumber untuk pengambilan keputusan.
11. Kebijakan, Edukasi, dan Komunikasi Risiko
Penyusunan rekomendasi kebijakan kebencanaan geologi.
Komunikasi risiko berbasis data dan teknologi digital.
Pengembangan media edukasi kebencanaan.
Literasi kebencanaan untuk masyarakat dan pemerintah daerah.
Penerapan konsep masyarakat tangguh bencana.
Program Studi/Jurusan Pendidikan dan Kuota :
S1 / D4 Teknik Sipil (Konsentrasi Geoteknik), Teknik Elektro, Teknik Informatika [2 Orang]
Lokasi Magang BRIN :
KST Cisitu (Samaun Samadikun)
Syarat Pengajuan:
- Surat Pernyataan
- File Dukung Lainnya
- Surat Pengantar
- File Proposal
- Daftar Riwayat Hidup
- File Kartu BPJS (Jaminan Kesehatan)














![Magang/Praktek Kerja (Non Riset) Layanan koordinasi dan pendampingan advokasi hukum litigasi dan non litigasi [Semester Ganjil Tahun 2024/2025]](https://elsatur.brin.go.id/public/uploads/layanan_file/7707/gambar_layanan_13572.jpeg)
![Magang/Praktek Kerja (Non Riset) Layanan koordinasi dan pendampingan advokasi hukum litigasi dan non litigasi [Semester Ganjil Tahun 2024/2025]](https://elsatur.brin.go.id/public/uploads/layanan_file/7707/gambar_layanan_13573.jpeg)

