Layanan Kontraktual
DESKRIPSI LAYANAN | Analisis Isotop C13 (Karbon Anorganik Terlarut) dengan GB-IRMS Analisis isotop karbon-13 (13C/12C) pada karbon anorganik terlarut (Dissolved Inorganic Carbon, DIC) dilakukan menggunakan Isotope Ratio Mass Spectrometer (IRMS) yang terhubung dengan GasBench…
- Laboratorium Genomik - Fasilitas Layanan Kimia
- Direktorat Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset, dan Kawasan Sains dan Teknologi
- KST Cibinong (Soekarno)
Gedung Genomik-KST Soekarno (Cibinong) BRIN Jl Raya Bogor KM 46, Cibinong, Kab. Bogor, Jawa Barat - 08119811575
- genomik@brin.go.id
Marketing Office
Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN
layanan_sains@brin.go.id
Analisis Isotop C13 (Karbon Anorganik Terlarut) dengan GB-IRMS
Analisis isotop karbon-13 (13C/12C) pada karbon anorganik terlarut (Dissolved Inorganic Carbon, DIC) dilakukan menggunakan Isotope Ratio Mass Spectrometer (IRMS) yang terhubung dengan GasBench II sebagai sistem persiapan sampel. Metode ini digunakan untuk menentukan rasio isotop karbon dalam bentuk gas CO₂ hasil konversi DIC dengan presisi tinggi. Prinsip kerjanya adalah mereaksikan sampel air yang mengandung karbonat atau bikarbonat dengan asam fosfat (H₃PO₄) di dalam vial tertutup untuk menghasilkan gas CO₂ yang merepresentasikan komposisi isotop karbon dalam DIC. Gas CO₂ tersebut kemudian dialirkan melalui sistem GasBench II dan diukur rasio isotopnya (13C/12C) menggunakan IRMS. Hasil analisis dinyatakan terhadap standar internasional VPDB (Vienna Pee Dee Belemnite) dan dilaporkan dalam satuan permil (‰). Metode ini dapat diterapkan untuk berbagai jenis air yang mengandung karbonat, seperti air tanah, air permukaan, air laut, serta air hasil proses biologis atau kimia yang mengandung DIC.
🖥️Spesifikasi Alat
Analisis isotop karbon-13 (13C/12C) pada karbon anorganik terlarut (Dissolved Inorganic Carbon, DIC) dilakukan menggunakan Isotope Ratio Mass Spectrometer (IRMS) yang terhubung dengan GasBench II sebagai sistem persiapan sampel. Metode ini digunakan untuk menentukan rasio isotop karbon dalam bentuk gas CO₂ hasil konversi DIC dengan presisi tinggi. Prinsip kerjanya adalah mereaksikan sampel air yang mengandung karbonat atau bikarbonat dengan asam fosfat (H₃PO₄) di dalam vial tertutup untuk menghasilkan gas CO₂ yang merepresentasikan komposisi isotop karbon dalam DIC. Gas CO₂ tersebut kemudian dialirkan melalui sistem GasBench II dan diukur rasio isotopnya (13C/12C) menggunakan IRMS. Hasil analisis dinyatakan terhadap standar internasional VPDB (Vienna Pee Dee Belemnite) dan dilaporkan dalam satuan permil (‰). Metode ini dapat diterapkan untuk berbagai jenis air yang mengandung karbonat, seperti air tanah, air permukaan, air laut, serta air hasil proses biologis atau kimia yang mengandung DIC.
🖥️Spesifikasi Alat
- Nama alat: Isotope Ratio Mass Spectrometer (IRMS) dengan Gas Bench
- Merek: Thermo Fisher Scientific
- Tipe: Delta V Advantage – GasBench II
- Kode Alat / No. BMN: 3080156999 6
- Tahun perolehan: 2021
🧪Persyaratan sampel :
- Volume minimal 20 mL air jernih tanpa endapan atau bahan organik tinggi.
- Gunakan vial kaca 12 mL atau 20 mL berpenutup crimp cap dengan septum tebal, tahan asam, dan kedap gas.
- Hindari headspace besar (isi hingga ± 90–95 % volume) untuk meminimalkan pertukaran CO₂ dengan udara.
- Tidak boleh mengandung pengawet atau bahan kimia tambahan.
- Label mencantumkan kode sampel, tanggal pengambilan, dan jenis sampel.
- Simpan pada ± 4 °C, tidak dibekukan, dan hindari paparan CO₂ atmosfer. Kirim dalam cool box berisi es gel.
- Sampel sebaiknya diterima maksimal 7 hari setelah pengambilan.
- Setiap kiriman disertai daftar sampel (sample list) berisi kode, deskripsi singkat, dan ID ELSA terdaftar.
- Kapasitas layanan: maksimal 16 sampel per hari per kontrak.
💰Biaya Layanan : Rp 1.500.000 per sampel
📝Catatan:
- Untuk memperlancar proses verifikasi sampel uji yang telah didaftarkan, customer wajib melengkapi Form Detail Pengujian yang dapat diunduh pada menu “Berkas Layanan” → “Berkas SOP Layanan”. Form yang telah diisi (format .pdf) harus diunggah bersama foto sampel pada bagian “File Dukung Lainnya” dan “File Data Foto”. Pastikan bahwa nama dan jumlah sampel yang terdaftar di ELSA System sesuai dengan jumlah sampel yang tercantum pada Form Detail Pengujian. Ketidaklengkapan dokumen pendukung dapat menyebabkan pendaftaran sampel uji dibatalkan oleh Verifikator.
- Permintaan raw data analisa maksimal 1 bulan setelah status layanan “Selesai”. Jika melebihi waktu yang telah ditentukan, maka permintaan tidak dapat diproses.
- User bertanggung jawab atas sampel yang dikirimkan dan telah sesuai dengan SOP persyaratan uji GB-IRMS.
- Pengambilan sampel yang telah selesai diuji dapat diambil maksimal 1 bulan setelah status layanan “Selesai”. Jika melebihi waktu yang telah ditentukan, maka sampel akan dimusnahkan oleh pihak laboratorium.
☎️Konsultasi teknis, status layanan & pengaduan: 08119811575
Syarat Pengajuan:
- File Data Foto
- File Dukung Lainnya
| Nama Berkas | Ukuran Berkas | |
|---|---|---|
| Berkas SOP/Formulir/Ajuan Layanan | 0.12 MB | |
| Template File Data Foto | 0 MB | |
| Template File Dukung Lainnya | 0 MB |













