DESKRIPSI LAYANAN | Layanan Penggunaan Polymerase Chain Reaction (PCR) Eppendorf Mastercycler X50s Polymerase Chain Reaction (PCR) Eppendorf Mastercycler X50s merupakan alat yang digunakan untuk melakukan proses amplifikasi DNA secara in vitro melalui siklus perubahan suhu…
- iLaB (Integrated Laboratory of Bioproducts) - ORNM
- Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material
- KST Cibinong (Soekarno)
KST Ir Soekarno - 087884931709
- maya007@brin.go.id
Polymerase Chain Reaction (PCR) Eppendorf Mastercycler X50s merupakan alat yang digunakan untuk melakukan proses amplifikasi DNA secara in vitro melalui siklus perubahan suhu yang terkontrol. PCR digunakan untuk memperbanyak fragmen DNA target sehingga dapat dianalisis atau digunakan untuk proses penelitian molekuler lebih lanjut.
LayananPenggunaan Eppendorf Mastercycler X50s untuk melakukan amplifikasi DNA menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) berdasarkan program suhu dan kondisi reaksi yang ditentukan oleh pengguna.
Spesifikasi Layanan- Jenis alat: PCR Thermal Cycler
- Merek/tipe: Eppendorf Mastercycler X50s
- Fungsi: Amplifikasi DNA menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR)
- Jenis sampel: DNA template yang telah dipurifikasi dan siap digunakan untuk PCR
- Sampel: Sampel dan bahan PCR disiapkan oleh pengguna
- Preparasi DNA: Tidak termasuk dalam layanan
- Reagen PCR: Disediakan oleh pengguna, termasuk DNA template, primer, PCR master mix, dan komponen reaksi lainnya
- Output: Produk amplifikasi DNA (PCR product)
- Parameter operasi: Suhu denaturasi, annealing, ekstensi, jumlah siklus, dan parameter lainnya ditentukan sesuai kebutuhan metode PCR
- Pengoperasian: Dilakukan oleh pengguna sesuai SOP alat dan di bawah pengawasan petugas laboratorium
- Pengguna harus memberikan informasi mengenai jenis sampel, target DNA, dan program PCR sebelum penggunaan alat.
- DNA template harus sudah melalui proses ekstraksi/pemurnian dan siap digunakan untuk PCR.
- Pengguna bertanggung jawab menyediakan seluruh reagen dan bahan yang diperlukan untuk reaksi PCR.
- Konsentrasi dan kualitas DNA template harus sesuai dengan kebutuhan metode yang digunakan.
- Pengguna wajib menggunakan PCR tube atau PCR plate yang kompatibel dengan alat.
- Program PCR, termasuk denaturation, annealing, extension, jumlah siklus, dan final extension, harus ditentukan oleh pengguna berdasarkan metode penelitian yang digunakan.
- Pengguna wajib menghindari kontaminasi silang antara sampel, reagen, dan produk PCR.
- Area kerja dan alat harus dijaga kebersihannya sebelum dan setelah penggunaan.
- Produk PCR harus ditangani sesuai dengan prosedur laboratorium setelah proses amplifikasi selesai.
- Pengguna wajib mengikuti SOP penggunaan alat dan prosedur keselamatan laboratorium.
- Pengguna bertanggung jawab terhadap kualitas, keamanan, dan kesesuaian sampel serta reagen yang digunakan selama proses PCR.

















