Layanan Kontraktual
DESKRIPSI LAYANAN | Ekstraksi fluida superkritis (Supercritical Fluid Extraction atau SFE) menggunakan type SFT-250 adalah metode pemisahan suatu komponen dari bahan padat atau cair dengan menggunakan fluida superkritis—zat yang berada di atas suhu dan tekanan kritisnya—sebagai…
- Laboratorium Kimia dan Bioproses - LAPTIAB
- Direktorat Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset, dan Kawasan Sains dan Teknologi
- KST Serpong (Bacharuddin Jusuf Habibie)
Gedung 611, KST BJ Habibie, Serpong 15314, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia - 089682640509
- laptiab@brin.go.id
Marketing Office
Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN
-
Ekstraksi fluida superkritis (Supercritical Fluid Extraction atau SFE) menggunakan type SFT-250 adalah metode pemisahan suatu komponen dari bahan padat atau cair dengan menggunakan fluida superkritis—zat yang berada di atas suhu dan tekanan kritisnya—sebagai pelarut utama. Pelarut yang digunakan adalah karbon dioksida (CO₂) karena aman, tidak beracun, ramah lingkungan, dan memiliki titik kritis yang rendah (31°C dan 72-74 bar).
Kondisi operasi: P max = 400 bar; T = 30-100°C; Flow rate CO₂ = 20 g/menit (pada P dan T kamar)
Syarat sampel: berbentuk padatan dengan kehalusan max 100 mesh; berat 50-100 g.
Beberapa keunggulan SFE diantaranya adalah:
- Ramah lingkungan: Tidak memakai pelarut organik berbahaya dan sejalan dengan konsep kimia hijau.
- Suhu rendah: Cocok untuk senyawa yang rusak atau sensitif terhadap panas (seperti minyak atsiri dan vitamin).
- Selektif: Daya larut pelarut dapat diatur hanya dengan mengubah tingkat suhu atau tekanan mesin.
- Proses cepat: Difusi yang tinggi membuat waktu ekstraksi lebih singkat (10–60 menit) dibanding metode konvensional.
Namun SFE juga memiliki kelemahan, yaitu: kelarutan CO₂ terbatas, karena CO₂ murni bersifat non-polar, sehingga kadang butuh tambahan pelarut kecil (entrainer atau co-solvent seperti ethanol) untuk menarik senyawa polar.
Layanan ini merupakan layanan kontraktual dengan standar pelayanan berupa pemakaian peralatan dan mesin, sehingga pengguna diminta menyiapkan gas CO₂ (keluaran vendor PT. WAP Andalan Indonesia, yang standar digunakan oleh kami baik untuk gas maupun tabungnya), juga jika akan menggunakan tambahan pelarut lainnya yang dibutuhkan untuk ekstraksi.
Kondisi operasi: P max = 400 bar; T = 30-100°C; Flow rate CO₂ = 20 g/menit (pada P dan T kamar)
Syarat sampel: berbentuk padatan dengan kehalusan max 100 mesh; berat 50-100 g.
Beberapa keunggulan SFE diantaranya adalah:
- Ramah lingkungan: Tidak memakai pelarut organik berbahaya dan sejalan dengan konsep kimia hijau.
- Suhu rendah: Cocok untuk senyawa yang rusak atau sensitif terhadap panas (seperti minyak atsiri dan vitamin).
- Selektif: Daya larut pelarut dapat diatur hanya dengan mengubah tingkat suhu atau tekanan mesin.
- Proses cepat: Difusi yang tinggi membuat waktu ekstraksi lebih singkat (10–60 menit) dibanding metode konvensional.
Namun SFE juga memiliki kelemahan, yaitu: kelarutan CO₂ terbatas, karena CO₂ murni bersifat non-polar, sehingga kadang butuh tambahan pelarut kecil (entrainer atau co-solvent seperti ethanol) untuk menarik senyawa polar.
Layanan ini merupakan layanan kontraktual dengan standar pelayanan berupa pemakaian peralatan dan mesin, sehingga pengguna diminta menyiapkan gas CO₂ (keluaran vendor PT. WAP Andalan Indonesia, yang standar digunakan oleh kami baik untuk gas maupun tabungnya), juga jika akan menggunakan tambahan pelarut lainnya yang dibutuhkan untuk ekstraksi.















